Doktrin Tri Dharma Eka Karma (Tridek): Filosofi Dasar dan Arah Kebijakan Pertahanan Indonesia
Doktrin Tri Dharma Eka Karma (Tridek) adalah landasan pemikiran dan Filosofi Dasar yang mengarahkan setiap langkah, kebijakan, dan operasi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Doktrin ini merupakan kompas ideologis yang memastikan bahwa tugas dan fungsi TNI selalu selaras dengan kepentingan nasional dan amanat Undang-Undang Dasar 1945. Tridek tidak hanya berbicara tentang strategi militer, tetapi juga mencakup etika, profesionalisme, dan keterikatan TNI dengan rakyat. Memahami Tridek adalah kunci untuk menguraikan arah kebijakan pertahanan Indonesia yang berlandaskan pada prinsip Pertahanan Semesta (Sishankamrata).
Tridek secara harfiah berarti Tiga Pengabdian dengan Satu Tekad. Tiga Dharma tersebut meliputi: Pertama, Dharma Pertiwi, yaitu pengabdian terhadap negara dan bangsa. Kedua, Dharma Putra, yaitu pengabdian terhadap masyarakat dan rakyat Indonesia. Ketiga, Dharma Ksatria, yaitu pengabdian terhadap profesi militer dan institusi TNI itu sendiri. Ketiga Dharma ini menyatu dalam Eka Karma (Satu Tekad), yaitu tekad bulat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tegaknya Pancasila serta UUD 1945. Filosofi Dasar ini menempatkan kepentingan negara di atas segala-galanya dan menuntut profesionalisme yang tinggi dari setiap prajurit.
Implementasi Filosofi Dasar Tridek dalam kebijakan pertahanan terlihat jelas dalam pembangunan kekuatan militer (postur TNI). Pembangunan tersebut tidak hanya berfokus pada modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista), tetapi juga pada kesiapan operasional di tiga matra (Darat, Laut, Udara) yang terintegrasi secara komando. Dalam rapat pimpinan TNI yang dilaksanakan pada 15 November 2024, diputuskan bahwa prioritas anggaran akan dialokasikan pada peningkatan kapabilitas joint operation (operasi gabungan) di wilayah perbatasan dan frontline geopolitik. Kebijakan ini merupakan refleksi dari Dharma Pertiwi yang menuntut kesiapan untuk mempertahankan setiap jengkal wilayah nasional.
Selain aspek militer, Tridek juga mengarahkan TNI untuk aktif dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yang merupakan manifestasi dari Dharma Putra. OMSP mencakup peran TNI dalam penanggulangan bencana alam, operasi kemanusiaan, dan pembangunan daerah terpencil. Dalam operasi penanganan gempa di pulau terpencil pada Desember 2023, unit TNI AD dan TNI AL dikerahkan dalam waktu kurang dari 12 jam, menunjukkan kecepatan respons yang didorong oleh doktrin pengabdian kepada rakyat.
Secara keseluruhan, Tridek bukan sekadar slogan, melainkan Filosofi Dasar yang membentuk karakter dan arah kebijakan pertahanan Indonesia. Doktrin ini mewajibkan prajurit TNI untuk menjadi profesional, berintegritas, dan selalu dekat dengan rakyat, memastikan TNI tetap menjadi komponen utama pertahanan yang dicintai sekaligus disegani.