Pemimpin Pembinaan Tradisi: KSAD dan Warisan Kehormatan Angkatan Darat
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) memegang peran krusial sebagai pemimpin pembinaan tradisi yang menjaga dan mewariskan kehormatan serta nilai-nilai luhur Angkatan Darat (AD) Indonesia. Tradisi bukan sekadar seremonial, melainkan fondasi moral dan etika yang membentuk karakter prajurit sejati, menumbuhkan jiwa korsa, loyalitas, dan semangat pengabdian demi tegaknya NKRI. Di bawah kepemimpinan KSAD, warisan nilai-nilai ini terus dihidupkan dalam setiap aspek kehidupan prajurit.
Salah satu aspek penting dalam peran KSAD sebagai pemimpin pembinaan tradisi adalah menjaga nilai-nilai kepahlawanan dan semangat juang yang telah ditorehkan oleh para pendahulu. Ini dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti upacara peringatan hari besar TNI, napak tilas sejarah perjuangan, dan pendidikan tentang tokoh-tokoh pahlawan nasional dari Angkatan Darat. Setiap prajurit wajib memahami sejarah dan pengorbanan yang telah dilakukan untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, sehingga menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan. Misalnya, pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025, KSAD telah menginstruksikan seluruh satuan untuk mengadakan kegiatan renungan suci dan diskusi interaktif tentang makna kepahlawanan bagi generasi muda TNI.
KSAD juga berperan aktif dalam menanamkan dan membiasakan disiplin militer yang ketat. Disiplin adalah jantung dari setiap organisasi militer, dan bagi Angkatan Darat, ia menjadi penentu kesiapsiagaan dan profesionalisme. Pemimpin pembinaan tradisi ini memastikan bahwa aturan dan norma militer ditegakkan dengan tegas, melalui pendidikan berjenjang, latihan rutin, serta sistem penghargaan dan sanksi yang adil. Tradisi apel pagi dan sore, tata krama militer, serta ketaatan pada perintah atasan adalah contoh konkret yang terus dibiasakan. Ini adalah “Metode Efektif” untuk membentuk prajurit yang patuh, tanggap, dan bertanggung jawab.
Lebih jauh, peran KSAD sebagai pemimpin pembinaan tradisi juga mencakup pengembangan jiwa korsa atau esprit de corps. Ini adalah rasa persatuan, kebersamaan, dan solidaritas yang kuat antar sesama prajurit. Tradisi ini dipupuk melalui kegiatan bersama, penugasan di medan sulit, serta pembinaan mental rohani. Prajurit diajarkan untuk saling mendukung, berkorban demi rekan, dan menempatkan kepentingan satuan di atas kepentingan pribadi. Pada kunjungan KSAD ke Batalyon Infanteri di perbatasan Timor Leste pada 23 Juli 2025, beliau menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan kekeluargaan antar prajurit di tengah tantangan tugas. Dengan demikian, melalui kepemimpinan yang kuat dalam pembinaan tradisi, KSAD tidak hanya melestarikan warisan kehormatan Angkatan Darat, tetapi juga memastikan setiap prajurit memiliki karakter yang tangguh, bermoral, dan siap berbakti demi keutuhan dan keamanan bangsa Indonesia. Tradisi ini menjadi identitas dan kekuatan AD.