Teknokrat Jujur Prof Dr Ir Sutami: Kontribusinya dalam Pembangunan Bangsa
Prof. Dr. Ir. Sutami adalah salah satu tokoh penting di balik pembangunan infrastruktur Indonesia. Dikenal sebagai teknokrat jujur yang tak kenal lelah, ia mengabdikan dirinya untuk kemajuan bangsa. Karyanya yang monumental masih dapat kita saksikan hingga hari ini. Keberaniannya menolak suap menjadi teladan yang tak terlupakan.
Sutami menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik selama tiga era kepemimpinan, yaitu era Presiden Soekarno, masa transisi, dan era Presiden Soeharto. Penunjukannya dipertahankan karena integritas dan kompetensinya yang diakui secara luas. Ia membuktikan bahwa birokrasi dapat berjalan efektif tanpa korupsi.
Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah Jembatan Semanggi, yang dibangun untuk mengatasi kemacetan Jakarta. Proyek ini diselesaikan dengan biaya minim berkat inovasi dan kecermatannya. Ia bahkan merancang dan membangun proyek tersebut dengan menggunakan alat seadanya, menunjukkan efisiensi luar biasa.
Ia juga bertanggung jawab atas pembangunan Waduk Jatiluhur, PLTA Asahan, dan beberapa jalan tol. Proyek-proyek ini menunjukkan visinya yang jauh ke depan. Sutami selalu menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai fondasi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Kisah tentang kesederhanaannya sangat melegenda. Ia seringkali pergi ke kantor dengan menumpang bis umum. Rumah dinasnya pun sangat sederhana. Hal ini kontras dengan posisinya yang strategis, menegaskan citranya sebagai teknokrat jujur yang tidak haus kekuasaan dan kemewahan.
Sutami adalah seorang insinyur yang berfokus pada hasil. Ia tidak pernah mengambil keuntungan dari jabatannya. Seringkali, ia menolak hadiah atau fasilitas mewah. Baginya, melayani negara adalah sebuah kehormatan dan tanggung jawab besar yang harus diemban dengan integritas tinggi.
Pencapaiannya menunjukkan bahwa seorang pejabat dapat memberikan kontribusi besar tanpa harus terlibat dalam praktik korupsi. Sutami membuktikan bahwa kejujuran dan dedikasi adalah modal utama. Ia bukan sekadar birokrat, melainkan seorang teknokrat jujur yang menginspirasi.
Meskipun namanya tidak sepopuler tokoh politik lain, jasa-jasanya terukir abadi dalam setiap infrastruktur yang ia bangun. Sosoknya menjadi pengingat bahwa ketulusan dan kejujuran adalah kunci kesuksesan. Indonesia beruntung memiliki seorang teknokrat jujur seperti Prof. Sutami.